Biaya Pembuatan Website 2026: Angka Nyata dari Pasar Indonesia
Rincian harga jasa pembuatan website di Indonesia tahun 2026 — dari marketplace Rp 99 ribu sampai sistem custom, plus biaya tahunan yang sering kelupaan.

Pertanyaan pertama yang hampir selalu muncul: berapa biaya pembuatan website? Jawaban jujurnya "tergantung" — tapi itu jawaban yang nggak menolong siapa pun. Jadi mari kita lihat angka yang benar-benar dipublikasikan penyedia jasa di Indonesia, lalu bahas kenapa rentangnya begitu lebar.
Semua angka di bawah dikumpulkan dari halaman harga yang terbit publik pada 1 Agustus 2026. Tidak ada estimasi karangan.
Ringkasan cepat
| Tingkatan | Rentang harga | Kamu dapat apa |
|---|---|---|
| Marketplace freelance | Rp 99.000 – 300.000 | Template dipasang, tanpa jaminan |
| Statis 1 halaman | Rp 300.000 | Satu halaman HTML, domain gratisan |
| Landing page WordPress | Rp 990.000 | Satu halaman, builder, panel admin |
| WordPress 5–10 halaman | Rp 1.900.000 – 2.600.000 | Template premium, hosting setahun |
| WordPress 20–40 halaman | Rp 3.900.000 – 7.600.000 | Lebih banyak halaman, plugin, email |
| Custom (dikoding) | Rp 2.500.000 – 20.000.000 | Desain sendiri, tanpa plugin bloat |
| Sistem / aplikasi web | Rp 8.000.000 – 40.000.000 | Login, database, dashboard, integrasi |
| Sistem enterprise | Rp 40.000.000+ | Multi-peran, real-time, audit trail |
Survei pasar 2026 yang beredar membagi website company profile jadi tiga band: Basic Rp 1,5–3 juta (5–7 halaman, UMKM baru), Professional Rp 3–7 juta (10–15 halaman, butuh SEO), dan Premium Rp 7–20 juta (15+ halaman, perusahaan). Angka itu cocok dengan apa yang kami lihat di lapangan.
Kenapa rentangnya sejauh itu?
Karena "website" menggambarkan tiga produk yang berbeda.
1. Template yang dipasang. Penyedia mengambil tema jadi, mengganti logo dan teks, lalu menyerahkannya. Cepat dan murah. Masalahnya muncul belakangan: tema premium membawa lusinan plugin, dan tiap plugin adalah kode orang lain yang bisa rusak saat update atau jadi celah keamanan. Kalau kebutuhanmu memang situs brosur lima halaman dan nggak ada rencana tumbuh, ini pilihan yang rasional.
2. Website yang dikoding custom. Nggak ada page builder. Desain dibangun untuk brand-mu, hanya kode yang dibutuhkan yang dikirim ke browser. Hasilnya lebih cepat, lebih aman, dan nggak ada yang mendadak rusak karena plugin auto-update. Ini tingkatan tempat kami bekerja, dan lantainya sekitar Rp 2,5 juta — jadi memang lebih mahal daripada WordPress 5 halaman, tapi bedanya tipis dibanding apa yang kamu dapat.
3. Aplikasi web. Begitu ada login, database, peran pengguna, atau integrasi ke sistem lain, kamu nggak sedang membeli website lagi — kamu membeli software. Di sini biaya ditentukan jumlah alur kerja yang harus dimodelkan, bukan jumlah halaman. Lantainya sekitar Rp 8 juta untuk MVP fokus.
Biaya tahunan yang sering kelupaan
Harga pembuatan bukan total kepemilikan. Yang berulang setiap tahun:
| Komponen | Kisaran per tahun |
|---|---|
Domain .com | Rp 150.000 – 200.000 |
Domain .co.id | Rp 250.000 – 500.000 |
| Hosting / VPS | Rp 300.000 – 2.000.000 |
| SSL | Gratis – Rp 500.000 |
| Maintenance | Rp 3.000.000 – 18.000.000 |
Perhatikan baris terakhir. Banyak penyedia WordPress menagih biaya perpanjangan Rp 250.000 sampai Rp 4.800.000 per tahun — dan itu wajar, karena ada hosting dan update yang memang harus dibayar. Yang tidak wajar adalah kalau angka itu tidak disebutkan sampai tahun kedua. Tanyakan sejak awal.
Maintenance yang benar isinya: update dependency dan patch keamanan, backup yang pernah diuji restore, monitoring uptime, dan cek performa. Retainer di kami mulai Rp 250.000/bulan; di pasar, paket maintenance WordPress berkisar Rp 500.000 sampai Rp 3.000.000 per tahun.
Apa yang sebenarnya menaikkan harga
Berdasarkan proyek yang kami kerjakan, ini pengungkit biaya yang nyata — bukan jumlah halaman:
- Peran pengguna. Satu jenis pengguna itu satu alur kerja. Tiga peran dengan izin berbeda hampir selalu lebih dari tiga kali kerjanya, karena setiap kombinasi harus diuji.
- Integrasi. Payment gateway, WhatsApp API, CRM, Google Drive, sistem lama — masing-masing punya kegagalannya sendiri yang harus ditangani.
- Data yang harus dipindahkan. Migrasi 500 artikel dari situs lama, dengan URL dan SEO-nya dijaga, adalah pekerjaan tersendiri.
- Bilingual. Bukan sekadar terjemahan: butuh struktur URL, hreflang, dan disiplin editorial supaya kedua bahasa nggak saling ketinggalan.
- Real-time. Notifikasi langsung, dashboard live, atau kolaborasi berarti WebSockets dan antrian pekerjaan, bukan sekadar request-response.
Dan yang tidak semahal dugaan orang: jumlah halaman statis. Menambah lima halaman konten ke desain yang sudah ada itu murah.
Cara membaca penawaran
Empat pertanyaan yang layak kamu ajukan ke penyedia mana pun:
- Ini template atau dikoding? Bukan soal mana yang lebih baik — soal apa yang sedang kamu beli.
- Berapa biaya tahun kedua? Perpanjangan, hosting, dan maintenance, angkanya.
- Siapa pemilik kodenya dan siapa pemegang domainnya? Jawabannya harus "kamu". Kalau bukan, kamu sedang menyewa, bukan memiliki.
- Apa yang terjadi kalau saya pindah penyedia? Kalau tidak ada jawaban yang jelas, itu bukan kebetulan.
Jadi, berapa yang harus dianggarkan?
Kalau kamu UMKM yang butuh kehadiran online kredibel: Rp 2,5 – 8 juta untuk situs yang dikoding, plus Rp 1 – 3 juta per tahun untuk domain, hosting, dan maintenance. Kalau kamu perusahaan yang websitenya harus menghasilkan lead: Rp 6 – 20 juta. Kalau yang kamu butuhkan sebetulnya sistem — absensi, SIAKAD, portal, dashboard — mulai anggarkan dari Rp 8 juta dan naik dari sana.
Angka di Manggala Code kami publikasikan terbuka: proyek dimulai dari Rp 1,5 juta untuk landing page, Rp 2,5 juta untuk website custom, dan Rp 8 juta untuk aplikasi web. Angka final tergantung scope, dan kami kirim penawaran setelah satu sesi scoping singkat — bukan setelah tiga kali follow-up.